Monday, August 17, 2009

MERENUNGKAN SEBUTAN ORANG-ORANG BESAR

Merenungkan Sebutan Orang-orang Besar
Barack Obama: Focusing your life solely on making a buck shows a certain poverty of ambition. It asks too little of yourself. Because it's only when you hitch your wagon to something larger than yourself that you realize your true potential.
Memusatkan hidup anda hanya kepada bagaimana mengumpulkan uang menunjukkan kemiskinan ambisi anda. Ini menuntut terlalu sedikit dari kemampuan diri anda sendiri. Sebab hanya kalau anda menggantungkan kereta anda kepada sesuatu yang lebih besar dari diri anda maka anda dapat mencapai potensi anda yang sebenarnya.
Gandengankan itu dengan sebutan Yesus: Pergilah kamu keseluruh dunia, jadikanlah sekianlah orang muridKu… Aku akan beserta kamu sampai keujung dunia.
Orang Kristen sejati adalah seorang yang melihat keluar, bukan kedalam dirinya sendiri, yang berpikir sama dengan Tuhan, dengan object tunggal yang agung: penyelamatan seluruh dunia. Pertama keluarga, kerabat dan handai taulan kita dan kemudian keseluruh dunia, seberapa saja yang bisa kita capai.
David Gates adalah seorang yang seperti itu. Seorang yang tidak memiliki harta benda atas namanya sendiri, tapi menyerahkan seluruh apa yang ada hanya untuk pekerjaan Tuhan. Dia mulai dengan benar-benar nol besar, dan hanya modal dengkul. Sekarang dia telah mengelola lebih dari 100 projek penginjilan diseluruh dunia.
Jangan menunggu pemimpin datang mendorong anda, jadikan dirimu seorang pemimpin, mulai melakukan pekerjaan dari seorang ke seorang. Dan anggaplah orang yang anda tolong itu seolah-olah Yesus sendiri, maka tanpa anda sadari, anda akan menyelesaikan perintahNya untuk pergi ke seluruh dunia sampai kesudahan alam. Ingat kalau Tuhan menyuruh kita berbuat sesuatu, Dia juga akan memberikan apa yang kita perlakukan untuk menunaikan tugas itu. SuruhanNya mengandung asuransi demi suksesnya tugasmu.
David Gates adalah seorang yang patut diteladani. Dia sebenarnya tidak punya apa pun juga. Dia hanya seorang misionaris sukarela yang dikirim ke Bolivia tanpa gaji, dan harus hidup sepenuhnya berdasarkan iman. Dia membawa keluarga yang terdiri dari isterinya Becky dan lima orang anak, dua anak kandung dan tiga orang anak pungut. Orang lain pasti akan memikirkan dan menuntut budget untuk mau dikirim kehutan belantara Amerika Selatan yang lebat itu tanpa gaji, tanpa uang saku dan jaminan hidup sama sekali.
David Gates sampai sekarang masih tidak punya harta milik apa pun juga. Semua yang diberikan Tuhan kepadanya dia serahkan seluruhnya menjadi milik Tuhan, tidak ada satupun rumah yang menggunakan namanya pada sertifikatnya. Sebab itu Tuhan memberkati dia dengan begitu luar biasa. Dia mendirikan projek di 100 negara didunia ini dan semuanya hanya berdasarkan iman semata-mata dan bertumpu pada jawaban doa seluruhnya.
Janji Tuhan bukan main-main dan tidak mungkin gombal. Dia berkata: Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. (Dalam Salinan bahasa Inggrisnya, ”whose heart is perfect toward Him,--hatinya sempurna tertuju kepadaNya." [2 Tawarikh 16:9]
Tuhan tidak pernah mengalami kesulitan dalam hal keuangan tapi hanya dalam SDM (Sumber Daya Manusia) Kesulitan Tuhan hanyalah mencari seorang yang hatinya sempurna tertuju kepada Tuhan dan menunaikan amanatNya. Seperti Abraham, seorang yang memusatkan hatinya secara sepenuhnya terhadap menunaikan perintah dan pekerjaan Tuhan akan terjamin hidupnya didunia dan dihari depan.
Ini janji Yesus kepada murid-muridNya yang bertanya: Kami sudah meninggalkan semuanya, apa yang kami akan peroleh?
Mereka benar-benar telah meninggalkan semuanya, rumah tangga mereka, usaha mereka, dan bahkan isteri dan anak mereka kalau mereka punya. Mereka tidak punya dua potong jubah dan pakaian serta pundi-pundi atau dompet yang berisi uang atau tabungan di bank.
Tapi Yesus berkata kepada mereka: ”Seratus kali lipat didunia ini dan kehidupan yang kekal dalam sorga.”
Inilah yang menjadi kenyataan dalam dedikasi dari David Gates dengan Gospel Ministries International yang dikelolanya diseluruh dunia. Bagi yang belum membacanya silahkan membaca buku-buku dan khotbahnya. Silahkan membuka itu pada websitenya: http://gospelministry.org/blog/
Semua buku-buku dan khotbahnya boleh didownload secara gratis disitu.
Motonya selalu: ”Freely you have received, freely give.”
Dia mempuyai ilustrasi favorit: “Sungai Amazon begitu besar sumbangannya kepada dunia, karena dia tidak menahankan satu titik pun air yang disumbangkannya kepada Samudera Atlantik raya.” Begitulah caranya pendeta, jururawat, mantan dozen dan pilot mision yang sederhana ini, telah berhasil membuka dan mengelola pusat penginjilan yang begitu besar dan menyeluruh didunia, tanpa modal pribadinya sama sekali.
Banyak kali Tuhan tidak dapat menggunakan kita menjadi saluran berkat yang sepenuhnya dan lebih besar dari yang sekarang kita sudah capai, karena kita selalu memikirkan untuk diri kita atau keluarga kita lebih dahulu. Kumpulkan harta dan sumber uang, simpanan di bank lebih dahulu supaya bisa memberikan atau menyumbangkan dengan lebih banyak lagi.
Tapi justru ini yang menjadi kendala kita bisa dipakai sebagai saluran berkat yang penuh kepada seluruh dunia. Saya tahu benar karena saya mengalami ini dalam hidup saya sendiri. Uang atau kilauan mas sering menyilaukan mata kita sehingga kita menjadi buta dan menganggap harta itu lebih penting dari nyawa manusia bahkan pekerjaan atau misi yang ditanggungkan Tuhan kepada kita.
Semoga kita bisa insyaf akan hal ini karena kalau tidak akan banyak yang menyesal tanpa gunanya apabila saatnya telah tiba untuk kita mengakhiri pekerjaan penginjilan kita dan kita masih mempunyai rumah-rumah dan harta yang hanya akan menjadi abu bakar dan debu lumat, gantinya menjadi jiwa-jiwa yang bertobat diseluruh dunia akibat sumbangan yang tanpa pamrih dari apa yang Tuhan sudah percayakan dan pinjamkan kepada kita.
Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment